Hari pertama pelatihan di SMPN 3 Singosari tidak dimulai dengan cara biasa. Sementara sebagian guru berkumpul di ruang pelatihan untuk memulai sesi bersama fasilitator, di ruangan lain siswa kelas 7 dan 8 sedang duduk menyimak sosialisasi pilihan masa depan mereka mengenal SMK, jurusan, dan jalur karir yang selama ini mungkin hanya terdengar samar. Di ruang yang berbeda lagi, siswa kelas 9 sedang mendalami praktik bersama Uthink dan mengasah power skill yang akan mereka butuhkan jauh melampaui ujian akhir.

Dan di halaman sekolah, pameran Career Day dari TAB SMKN 1 Singosari menarik perhatian, stan-stan yang memperlihatkan bahwa dunia setelah SMP bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan sesuatu yang bisa dirancang. Dua puluh sembilan guru, ratusan siswa, satu sekolah, satu hari semua bergerak bersama menuju sesuatu yang lebih besar dari sekadar kegiatan rutin.

Ketika agenda pagi untuk siswa mulai mereda, giliran guru-guru SMPN 3 Singosari yang mengambil tempat duduk sebagai peserta. Hadir mendampingi proses ini perwakilan Dinas Pendidikan serta PIC Trakindo Surabaya, Pak Azis dan Pak Arif kehadiran yang menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan internal sekolah, melainkan bagian dari komitmen yang lebih luas.

Sesi dimulai dengan refleksi program Sekolah Ramah Anak sebuah ruang jujur di mana guru-guru bisa melihat kembali apa yang sudah berjalan, apa yang perlu diperkuat, dan ke mana program ini seharusnya melangkah. Dari refleksi itu, pelatihan mengalir ke materi unplugged coding dan computational thinking pendekatan yang mengajarkan logika berpikir terstruktur tanpa ketergantungan pada perangkat teknologi tertentu. Dilengkapi dengan sesi Alat Permainan Matematika berbasis game, para guru diajak merasakan langsung bagaimana pembelajaran bisa dirancang agar siswa tidak hanya duduk diam, tetapi terlibat sepenuhnya.

Di akhir pelatihan, para guru tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka membawa tiga produk yang lahir dari proses belajar selama dua hari: dokumen refleksi program SRA yang siap dijadikan pijakan untuk langkah berikutnya, rancangan themapark riset sebagai kerangka pengembangan program berbasis bukti, dan game edukasi berbasis HTML yang sudah siap dicoba di kelas.

Yang menarik dari rancangan themapark riset ini adalah ambisinya bukan sekadar mendokumentasikan apa yang sudah ada, tetapi merancang bagaimana program Sekolah Ramah Anak bisa dikembangkan secara sistematis, diuji, dan ditingkatkan. Ini adalah langkah dari pelaksana program menuju peneliti program sebuah pergeseran peran yang tidak kecil maknanya.

Career Day untuk siswa, pelatihan pedagogi untuk guru, refleksi program, dan produksi media pembelajaran semua terjadi dalam dua hari di sekolah yang sama. Ada sesuatu yang sedang tumbuh di SMPN 3 Singosari: kesadaran bahwa pendidikan yang baik tidak bisa hanya terjadi di satu sisi. Siswa perlu disiapkan, guru perlu dikuatkan, dan sekolah perlu terus belajar. Itu bukan pekerjaan yang selesai dalam dua hari. Tapi dua hari yang tepat bisa menjadi titik balik yang menentukan.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.