Ada yang berbeda dari biasanya di SDN 46 Cakranegara pada 13 dan 14 Februari 2026. Guru-guru yang sehari-hari berdiri di depan kelas kini duduk sebagai peserta membuka laptop, mencoba kode, dan merancang pembelajaran dengan cara yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Pelatihan Tahap 2 Program Generasi diikuti oleh seluruh tenaga pendidik sekolah ini. Kepala Dinas Pendidikan berhalangan hadir karena sedang menjalani roadshow sekolah di Mataram, namun Kepala Cabang PT Trakindo Utama hadir membuka kegiatan secara langsung, sebuah kehadiran yang menunjukkan bahwa komitmen ini bukan sekadar program di atas kertas.
Kegiatan ini pun mendapat perhatian media: Lombok Post meliput dan mempublikasikannya sebagai bagian dari perkembangan literasi digital pendidikan di NTB.

SDN 46 Cakranegara datang ke pelatihan ini bukan dengan tangan kosong. Perjalanan mereka sebagai Sekolah Ramah Anak sudah menorehkan sejumlah capaian nyata: SK SRA telah resmi dikantongi, program-program pendukung kesehatan mental siswa telah berjalan, dan mekanisme penanganan kekerasan telah tersusun.
Tahap kedua ini membawa agenda yang lebih spesifik: penguatan identitas visual sekolah melalui papan SRA, penjajakan kerja sama formal dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta penyusunan proposal riset untuk mendokumentasikan dampak program secara terukur. Sebuah lompatan dari pelaksanaan program menuju pendokumentasian dan pengembangan berbasis bukti.
Yang membuat pelatihan ini terasa berbeda adalah apa yang dibawa pulang setiap guru di akhir hari kedua, bukan sekadar catatan atau sertifikat, melainkan produk yang mereka buat sendiri.

Para guru berhasil merancang pembelajaran berbasis AI, membangun game edukasi HTML yang siap dipakai di kelas, dan menyusun rencana pembelajaran computational thinking yang kontekstual dengan kondisi siswa mereka. Tiga hasil yang mencerminkan tiga kecakapan sekaligus: literasi teknologi, kreativitas pedagogi, dan kemampuan menerjemahkan konsep abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret.
Ada benang merah yang menghubungkan semua ini. Sekolah Ramah Anak dan kecakapan digital bukan dua agenda yang berjalan paralel, keduanya bermuara pada hal yang sama: bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar berpihak pada anak.
Anak yang belajar dalam suasana aman dan dihargai lebih siap untuk bereksplorasi. Guru yang menguasai teknologi pembelajaran lebih mampu menjaga relevansi di hadapan generasi yang tumbuh bersama layar. Dan sekolah yang serius menggabungkan keduanya sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kompetensi teknis, mereka sedang membangun masa depan. SDN 46 Cakranegara sedang dalam perjalanan itu. Dan perjalanan ini, jelas, masih panjang.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
