Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Bapak Ilham, hadir membuka kegiatan. Tapi yang ia sampaikan bukan sekadar sambutan seremonial, ia berbicara tentang keselarasan visi. Program Sekolah Ramah Anak, kata beliau, berjalan searah dengan program Wali Kota Bengkulu. Keduanya berbicara tentang hal yang sama: bahwa kota yang baik dimulai dari sekolah yang baik, dan sekolah yang baik dimulai dari anak-anak yang merasa aman dan dihargai. Beliau pun menitipkan harapan yang jelas: jangan berhenti di satu sekolah. Perluas sasarannya.

Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Bidang Kebudayaan, Kepala Seksi Kesiswaan, dan Pengawas Bina Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, sebuah komposisi kehadiran yang menunjukkan bahwa apa yang berlangsung di SDN 3 Kota Bengkulu hari itu bukan kegiatan pinggiran. Ia berada di pusat perhatian.
Ada detail kecil yang mencerminkan sesuatu yang besar: kepala sekolah SDN 3 tidak hanya hadir di sesi pembukaan lalu pergi mengurus hal lain. Beliau mendampingi kegiatan dari awal hingga akhir duduk bersama guru-guru, mengikuti materi, menyaksikan proses.
Kehadiran semacam ini bukan hal yang bisa diperintahkan. Ia lahir dari keyakinan bahwa apa yang sedang terjadi di ruang pelatihan itu penting dan bahwa pemimpin sekolah yang baik belajar bersama timnya, bukan hanya mengarahkan dari kejauhan.

Peserta pelatihan terdiri dari guru-guru SDN 3 sebagai sekolah mitra, ditambah empat orang perwakilan dari sekolah imbas. Keduanya hadir dengan antusiasme yang sama dan keduanya pulang dengan sesuatu yang konkret di tangan. Di akhir pelatihan, para guru berhasil membuat media pembelajaran interaktif sendiri. Bukan teori tentang cara membuatnya mereka benar-benar membuatnya, mencobanya, dan melihat hasilnya berjalan. Bagi banyak dari mereka, itu adalah pertama kalinya.
Keikutsertaan sekolah imbas pun bukan sekadar formalitas. Ia adalah strategi replikasi yang disengaja memastikan bahwa pengetahuan dan semangat yang tumbuh di SDN 3 tidak berhenti di pagar sekolah, melainkan menyebar ke kelas-kelas lain di sekitarnya.

SDN 3 Kota Bengkulu bukan pemula dalam perjalanan ini. Sejumlah program Sekolah Ramah Anak telah berjalan dan kini sekolah ini sedang menyiapkan diri untuk mengikuti program Adiwiyata Kota. Dua agenda yang berbeda nama, tapi berbagi semangat yang sama: bahwa sekolah harus menjadi tempat yang baik baik bagi anak-anak yang belajar di dalamnya, maupun bagi lingkungan yang mengelilinginya.
Ada momentum yang sedang terbentuk di Bengkulu. Pemerintah kota yang mendukung, dinas pendidikan yang hadir secara penuh, kepala sekolah yang terlibat langsung, guru-guru yang antusias belajar, dan sekolah-sekolah imbas yang mulai ikut bergerak.
Yang perlu dilakukan sekarang adalah memastikan momentum itu tidak berhenti dan meluas, seperti yang diharapkan Pak Ilham, ke lebih banyak sekolah, lebih banyak guru, lebih banyak anak-anak Bengkulu yang berhak tumbuh di lingkungan yang ramah dan aman.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
