Bayangkan satu sekolah di mana pada hari yang sama, tiga hal terjadi sekaligus: tiga puluh lima guru sedang belajar membuat game edukasi, tiga puluh siswa kelas 9 sedang mengasah power skill mereka, dan seratus siswa kelas 7 dan 8 sedang duduk bersama perwakilan SMK untuk melihat gambaran dunia yang menanti mereka beberapa tahun lagi. Itulah SMPN 1 Lubuk Pakam pada 17 dan 18 April 2025. Bukan satu kegiatan melainkan sebuah ekosistem yang bergerak serentak.

Pelatihan Generasi Trakindo Tahap 2 dihadiri PIC PT Trakindo Cabang Medan, unsur Dinas Pendidikan, dan Kepala Sekolah. Tiga pihak yang masing-masing membawa kepentingan berbeda, tapi hari itu duduk dalam satu visi yang sama: bahwa sekolah yang baik adalah sekolah yang menyiapkan semua orang di dalamnya.

Tiga puluh lima guru dari semua jenjang kelas mengikuti dua hari pelatihan dan tidak ada yang setengah-setengah. Semua peserta terlibat aktif dari awal hingga akhir. Dalam dunia pelatihan guru, di mana godaan untuk sekadar hadir secara fisik tanpa hadir sepenuhnya selalu ada, angka seratus persen keterlibatan aktif bukan hal yang bisa dianggap biasa.

Mereka membawa pulang tiga produk: refleksi mendalam atas implementasi tahap pertama yang sudah berjalan, kerangka pembelajaran computational thinking yang siap diterapkan di kelas, dan game edukasi berbasis HTML yang mereka rancang dan bangun sendiri. Tiga produk yang mewakili tiga kemampuan berbeda yaitu reflektif, analitis, dan kreatif. Ketiganya dibutuhkan guru abad ke-21.

Tiga puluh siswa kelas 9 menjalani Career Day dengan pendekatan yang tidak konvensional. Selain sesi penguatan power skill, mereka juga mengikuti praktik Uthink di ruang terpisah. Sebuah pendekatan yang melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui metode yang interaktif dan menyenangkan.

Bagi siswa yang dalam hitungan bulan akan mengambil keputusan besar tentang jenjang pendidikan selanjutnya, sesi seperti ini bukan sekadar pengayaan. Ia adalah bekal kemampuan untuk berpikir jernih di bawah tekanan, untuk melihat masalah dari berbagai sudut, dan untuk mengambil keputusan yang benar-benar mereka yakini.

Seratus siswa kelas 7 dan 8 mendapat kesempatan yang tidak kalah bermakna: sesi bersama perwakilan dari SMKN 1 Lubuk Pakam jurusan Teknik Alat Berat. Jarak antara SMP dan SMK tiba-tiba terasa lebih pendek ketika kakak-kakak kelas yang sudah ada di sana datang dan bercerita langsung.

Lubuk Pakam bukan kota yang jauh dari dunia industri. Deli Serdang adalah salah satu kawasan dengan aktivitas ekonomi yang hidup di Sumatera Utara. Bagi siswa-siswa yang tumbuh di sini, mengenal jalur vokasi sejak dini bukan pilihan yang dipaksakan, melainkan pembukaan cakrawala yang datang pada waktu yang tepat. Yang membuat hari-hari di SMPN 1 Lubuk Pakam terasa lebih dari sekadar pelatihan adalah cara semua bagiannya terhubung. Guru yang lebih cakap akan mengajar dengan lebih baik. Siswa kelas 9 yang lebih siap akan membuat pilihan yang lebih tepat. Siswa kelas 7 dan 8 yang melihat gambaran masa depan lebih awal akan belajar dengan tujuan yang lebih jelas.

Dan sekolah yang menjalankan semua itu dalam satu nafas itulah sekolah yang sedang bergerak menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar tempat belajar.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.