Beberapa kali lampu mati. Layar gelap, kipas berhenti, ruangan tiba-tiba senyap. Tapi pelatihan tidak berhenti. Para guru menunggu sebentar, lalu melanjutkan. Diskusi dilanjutkan. Praktik dilanjutkan. Dan di akhir dua hari, dua puluh tiga guru berhasil menyelesaikan seluruh tugas baik luring maupun daring dan mengunduh sertifikat mereka masing-masing.
Ada sesuatu yang lebih bermakna dari sekadar angka kelulusan dalam cerita kecil tentang pemadaman listrik berulang itu: bahwa ketika orang-orang sungguh-sungguh ingin belajar, gangguan teknis tidak akan pernah cukup besar untuk menghentikan mereka.
Kegiatan dibuka oleh Koordinator Wilayah Kecamatan dan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam sambutannya, Kasie Kurikulum tidak hanya menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang dilakukan PT Trakindo Utama, beliau juga mengumumkan sesuatu yang konkret: Dinas Pendidikan sedang merencanakan program apresiasi bagi mitra pendidikan yang akan dilaksanakan pada September atau Oktober mendatang, dan PT Trakindo Utama adalah salah satu yang akan diundang.
Apresiasi yang datang bersama undangan adalah apresiasi yang paling bermakna. Ia bukan sekadar ucapan terima kasih yang lalu menguap. Ia adalah pengakuan bahwa kemitraan ini nyata dan layak dirayakan bersama.

SDN 4 Ketapang hadir di pelatihan ini dengan bekal yang tidak sedikit. Banyak indikator komponen SRA sudah terpenuhi. Kegiatan riset sudah selesai dilaksanakan dan kini sedang dalam proses refleksi, sebuah tahap yang menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengerjakan sesuatu, tetapi juga mau berhenti dan memikirkan apa yang sudah dikerjakan itu.
Proses refleksi kerap dilewatkan dalam program-program yang bergerak cepat. Bahwa SDN 4 Ketapang sedang menjalaninya dengan serius adalah tanda kematangan program dan kesiapan untuk langkah berikutnya yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Di antara semua materi yang dijalani selama dua hari, para peserta sepakat tentang mana yang paling berkesan: materi koding dan pembuatan game edukasi berbasis HTML. Bukan karena yang lain kurang bermakna, melainkan karena dua materi ini membuka sesuatu yang mungkin selama ini terasa tertutup rapat, bahwa membuat konten digital interaktif bukan hanya untuk orang-orang dengan latar belakang teknologi, melainkan untuk siapa pun yang mau belajar.
Guru yang berhasil membuat game edukasi sendiri adalah guru yang tidak lagi bergantung pada konten yang tersedia di internet. Ia bisa menciptakan dan dalam penciptaan itu, ada pemahaman yang jauh lebih dalam tentang apa yang ia ingin siswa-siswanya pelajari.

Detail kecil yang tidak boleh dilewatkan: seluruh peserta berhasil mengunduh sertifikat mereka sendiri. Di tengah kendala pemadaman listrik yang berulang, di tengah materi yang tidak selalu mudah, semua dua puluh tiga guru menyelesaikan seluruh rangkaian luring maupun daring hingga tuntas.
Sertifikat itu bukan tujuan dari dua hari pelatihan ini. Tapi ia adalah penanda bahwa tidak ada yang menyerah di tengah jalan. Dan di Ketapang, di tengah listrik yang kadang tidak bisa diandalkan, semangat ternyata bisa.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
