Masalah sehari-hari di sekolah sering kali terlihat sederhana. Barang yang hilang, kebersihan yang belum terjaga, perundungan verbal, rasa tidak aman, hingga kondisi emosional siswa yang tidak selalu mudah dikenali. Namun, di tangan peserta didik, persoalan tersebut dapat menjadi titik awal lahirnya sebuah inovasi.

Hal inilah yang terlihat dalam rangkaian Trakindo Innovakids 2026, yang diselenggarakan oleh PT Trakindo Utama pada Tanggal 30 Juli 2026, bertempat di Auditorium Perpustakaan Nasional, yang menghadirkan berbagai karya inovasi dari peserta didik sekolah mitra PT Trakindo Utama. Inovasi yang dikembangkan tidak sekadar berangkat dari ide kreatif, tetapi dari proses mengamati persoalan nyata, melakukan penelitian, merancang solusi, menguji penerapannya, dan melihat manfaat yang dapat diberikan kepada warga sekolah.

Dari proses tersebut, lahir beragam solusi yang menyentuh isu keamanan, kesehatan mental, perlindungan anak, kebersihan lingkungan, hingga budaya saling menghargai.

Ketika Siswa SMP Mencari Solusi untuk Sekolahnya

Di jenjang SMP, para peserta didik menunjukkan bahwa teknologi dan kreativitas dapat digunakan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka. Peserta didik SMP Negeri 5 Balikpapan mengembangkan We Stand Spanla, sebuah platform digital Lost and Found yang membantu warga sekolah melaporkan, mencari, dan menemukan kembali barang yang hilang dengan cara yang lebih cepat dan terorganisasi.

Persoalan berbeda menjadi perhatian peserta didik SMP Negeri 2 Singosari. Mereka mengembangkan Robot CENDIKIA, sebuah inovasi yang mendukung pemantauan kondisi emosional dan kehadiran peserta didik. Kehadiran inovasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pendampingan siswa di lingkungan sekolah.

Sementara itu, peserta didik SMP Negeri 1 Lubuk Pakam memperkenalkan PERISAI PINTAR, singkatan dari Pelindung Ruang Siswa dan Rasa Aman bagi Karakter Anak. Inovasi ini dirancang untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman sekaligus memperkuat perlindungan dan pembentukan karakter peserta didik.

Ketiga inovasi tersebut menunjukkan bahwa siswa dapat melihat sekolah bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mereka perbaiki bersama.

Dari Tempat Sampah Pintar hingga Pencegahan Perundungan Verbal

Kreativitas yang sama juga terlihat pada peserta didik jenjang sekolah dasar. Di SDN 03 Kota Bengkulu, siswa mengembangkan tempat sampah pintar berbasis sensor ultrasonik. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu pemantauan kapasitas tempat sampah secara otomatis sehingga pengelolaan sampah di sekolah dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, perhatian siswa tertuju pada cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman. Mereka menghadirkan Papan KOMPAS dan Game Dibalik Kata, media edukatif yang dirancang untuk membangun budaya berbahasa santun sekaligus mendorong pencegahan perundungan verbal melalui aktivitas pembelajaran yang interaktif.

Sementara itu, peserta didik SDN 005 Sekupang Batam mengembangkan Control Tower Sekolah Bersih. Inovasi ini menggabungkan organisasi siswa, prosedur kerja, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat budaya menjaga kebersihan sekolah secara berkelanjutan.

Beragam karya tersebut memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari persoalan yang besar. Perubahan dapat berawal dari kemampuan siswa mengenali masalah yang mereka jumpai setiap hari, kemudian mencari cara yang masuk akal untuk memperbaikinya.

Belajar Meneliti, Bukan Sekadar Membuat Produk

Di balik setiap karya Trakindo Innovakids terdapat proses pembelajaran yang lebih panjang. Peserta didik tidak hanya diminta menghasilkan sebuah produk. Mereka belajar mengidentifikasi persoalan, mengumpulkan informasi, menguji asumsi, berdiskusi, serta merancang solusi berdasarkan temuan yang diperoleh.

Karena itu, nilai penting dari inovasi-inovasi tersebut bukan hanya terletak pada hasil akhirnya. Proses pembuatannya juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kepedulian, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama.

Rangkaian inovasi Trakindo Innovakids 2026 menunjukkan bahwa ketika peserta didik memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam memecahkan persoalan di lingkungannya, pembelajaran dapat berubah menjadi pengalaman yang lebih nyata dan bermakna.

Bagian dari Program Generasi Trakindo 2025–2026

Trakindo Innovakids 2026 merupakan bagian dari rangkaian Program Generasi Trakindo 2025–2026, sebuah program PT Trakindo Utama yang mendukung transformasi pendidikan melalui penguatan Sekolah Ramah Anak (SRA). Program ini menempatkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak sebagai salah satu fondasi utama. Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pelatihan guru. Sekolah juga mendapatkan penguatan dalam aspek tata kelola agar prinsip Sekolah Ramah Anak dapat diterapkan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Upaya tersebut mencakup penyusunan kebijakan sekolah, pembentukan tim pelaksana, pengembangan program kerja, hingga penyusunan prosedur operasional yang membantu sekolah menerjemahkan prinsip Sekolah Ramah Anak ke dalam praktik sehari-hari. Pendampingan ini menjadi penting karena penerapan Sekolah Ramah Anak tidak cukup hanya melalui penetapan kebijakan. Prinsip-prinsip perlindungan, keamanan, inklusivitas, serta keberpihakan kepada anak perlu hadir dalam sistem, pembelajaran, interaksi, dan budaya sekolah.

Challenge Based Learning Membawa Masalah Nyata ke Ruang Belajar

Dalam proses pembelajaran, Program Generasi Trakindo menggunakan pendekatan Challenge Based Learning (CBL) dengan Open Inquiry. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya menerima informasi dari guru. Mereka diajak melihat lingkungan di sekitarnya, menemukan tantangan, mengajukan pertanyaan, dan melakukan penyelidikan. Guru berperan membimbing siswa menggali informasi melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan berbagai sumber belajar. Informasi tersebut kemudian diolah dan dikonfirmasi sebelum digunakan sebagai dasar untuk merancang sebuah solusi. Proses inilah yang kemudian melahirkan berbagai inovasi yang ditampilkan dalam Trakindo Innovakids.

Dengan menjadikan persoalan nyata sebagai bagian dari pembelajaran, siswa memperoleh kesempatan untuk memahami bahwa pengetahuan yang mereka pelajari di sekolah dapat digunakan untuk menghasilkan perubahan di lingkungan sekitar. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama, rangkaian Program Generasi Trakindo juga diperkuat melalui kegiatan Career Day. Kegiatan ini memberikan pendampingan kepada peserta didik untuk mengenali potensi diri, mengeksplorasi pilihan pendidikan dan karier, serta mengembangkan kecakapan hidup yang relevan untuk masa depan.

Trakindo Innovakids sebagai Ruang Berbagi dan Menginspirasi

Sebagai puncak rangkaian program, PT Trakindo Utama menyelenggarakan Trakindo Innovakids, kompetisi inovasi siswa yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun bagi sekolah-sekolah mitra PT Trakindo Utama. Ajang ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk mempresentasikan hasil penyelidikan, penelitian, dan inovasi yang mereka kembangkan selama proses pembelajaran berbasis Challenge Based Learning.

Namun, Trakindo Innovakids tidak hanya menjadi arena kompetisi. Pertemuan berbagai sekolah dan karya siswa juga membuka ruang untuk berbagi pengalaman dan praktik baik, sekaligus memperlihatkan beragam cara yang dapat dilakukan peserta didik untuk berkontribusi terhadap lingkungan sekolahnya. Mengusung tema “Sekolah Ramah Anak: Belajar, Tumbuh, dan Menginspirasi!”, Trakindo Innovakids 2026 membawa pesan bahwa sekolah ramah anak bukan semata-mata tentang menghadirkan lingkungan yang aman.

Sekolah juga perlu menjadi tempat di mana anak memperoleh ruang untuk bertanya, mencoba, berkolaborasi, melakukan kesalahan, memperbaiki gagasan, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Dari platform pencarian barang hilang hingga sistem kebersihan sekolah, dari media pencegahan perundungan verbal hingga inovasi yang mendukung pemantauan kondisi emosional siswa, karya para peserta Trakindo Innovakids memperlihatkan satu hal penting.

Ketika anak diberi kesempatan untuk memahami persoalan di sekitarnya dan dipercaya untuk ikut mencari solusi, mereka tidak hanya sedang belajar. Mereka sedang belajar menjadi bagian dari perubahan.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.