Ada temuan yang mengejutkan di hari pertama pelatihan ini. Ketika fasilitator dan para guru mulai mendiskusikan perjalanan program Sekolah Ramah Anak di SDN 060931 Medan, sebuah fakta muncul ke permukaan: sekolah ini sebenarnya sudah ditetapkan sebagai Sekolah Ramah Anak sejak tahun 2023. Tiga tahun yang lalu. Tapi penetapan itu belum pernah tersosialisasi dengan baik tidak kepada seluruh guru, tidak kepada orang tua, mungkin juga tidak kepada banyak pihak yang seharusnya tahu.
Selama tiga tahun, status itu ada di atas kertas. Tapi belum sepenuhnya hidup di dalam sekolah. Program Generasi hadir dan, tanpa sengaja, mengungkap ini. Dan alih-alih menjadi temuan yang memalukan, ia justru menjadi titik balik yang bermakna: bukan memulai dari nol, melainkan mewujudkan apa yang seharusnya sudah ada.
Dua puluh guru dari sekolah mitra dan imbas mengisi ruang pelatihan pada 10 dan 11 April 2026. Kegiatan dibuka oleh Ketua KKKS, dihadiri Kepala Sekolah, perwakilan Kepala Cabang, dan PIC Trakindo. Sebuah komposisi yang menunjukkan bahwa apa yang berlangsung di sini mendapat perhatian dari berbagai tingkat.

Antusiasme peserta terasa sejak sesi pertama. Mungkin karena mereka datang dengan konteks yang kini lebih jelas: sekolah ini bukan sedang memulai sesuatu yang baru, melainkan sedang memenuhi janji yang sudah dibuat tiga tahun lalu. Sebelum masuk ke materi-materi baru, para guru melihat kembali apa yang sudah berhasil dijalankan dari tahap pertama program. SK tim SRA sudah ada. Papan nama sudah terpasang. Riset siswa sudah berjalan.
Tiga capaian yang mungkin terlihat administratif, tapi masing-masing menyimpan proses yang tidak sederhana: rapat yang harus dilakukan, kesepakatan yang harus dibangun, komitmen yang harus dituangkan secara resmi. Ketika semua itu sudah ada, fondasi untuk melangkah lebih jauh menjadi jauh lebih kokoh.

Pelatihan dua hari ini mengalirkan para guru dari satu pengalaman ke pengalaman berikutnya dengan cara yang terasa natural. Sesi refleksi tahap pertama membuka ruang untuk jujur tentang apa yang sudah berjalan dan apa yang belum. Materi computational thinking mengajak mereka berpikir lebih terstruktur tentang cara merancang pembelajaran. Dan di ujung perjalanan dua hari itu, para guru menghasilkan media pembelajaran game berbasis HTML, produk nyata yang siap dibawa ke kelas.
Bagi guru yang selama ini merasa teknologi adalah wilayah orang lain, momen ketika game buatan mereka sendiri berjalan di layar adalah momen yang mengubah sesuatu. Bukan hanya keterampilan yang bertambah keyakinan tentang apa yang mereka mampu lakukan ikut bergeser.

Yang membuat perjalanan SDN 060931 Medan terasa berbeda adalah justru temuan awalnya tadi. Sekolah ini tidak sedang membangun identitas baru, ia sedang menemukan kembali identitas yang sudah dimilikinya, dan mulai mengisinya dengan makna yang sesungguhnya.
Status Sekolah Ramah Anak bukan sekadar sertifikat yang digantung di dinding. Ia adalah komitmen yang harus dirasakan oleh setiap anak yang masuk ke gerbang sekolah setiap pagi bahwa mereka aman, bahwa mereka dihargai, bahwa mereka datang ke tempat yang memang dirancang untuk mereka tumbuh. Sejak 2023, status itu sudah ada. Mulai sekarang, ia sedang dihidupkan.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
