Di kota yang tumbuh dari industri tambang terbesar di dunia, delapan belas guru memilih untuk duduk dan belajar. Pelatihan Program Generasi di SDN Timika dibuka oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan bersama perwakilan PT Trakindo Tembagapura, didampingi Kepala Sekolah. Tiga pihak yang mewakili tiga lapis komitmen, pemerintah yang memberi arah, industri yang hadir sebagai mitra, dan sekolah yang menjadi tempat semua ini berakar.

Selama dua hari, delapan belas guru mengikuti rangkaian materi sesuai rundown kegiatan dari refleksi program Sekolah Ramah Anak, unplugged coding, computational thinking, hingga pembuatan game edukasi berbasis HTML. Tidak ada yang dilewatkan.

Di antara semua yang bisa dilaporkan dari perjalanan program ini di Timika, satu hal berdiri paling menonjol: kegiatan pembelajaran proyek sudah sampai ke tahap pengembangan prototipe.

Ini adalah penanda penting. Tahap prototipe berarti gagasan sudah meninggalkan fase abstrak dan mulai mengambil bentuk nyata sesuatu yang bisa dilihat, dicoba, dan diperbaiki. Di banyak program pendidikan, proses berhenti jauh sebelum titik ini. Bahwa guru-guru di Timika sudah melewatinya adalah bukti bahwa mereka tidak sekadar mengikuti program mereka sungguh-sungguh menjalankannya.

Begitu pula dengan indikator Sekolah Ramah Anak: beberapa aspek dari delapan indikator yang ada sudah berhasil dicapai. Perjalanan menuju pemenuhan keseluruhan masih berlanjut, tapi fondasi sudah terpasang.

Timika bukan kota yang kecil ambisinya. Di tengah kompleksitas geografis dan sosial Papua Tengah, sekolah-sekolah di sini menghadapi tantangan yang tidak ringan namun juga menyimpan potensi yang tidak kecil.

Ketika guru-guru di sini belajar merancang pembelajaran berbasis AI, membangun game edukasi, dan menyusun rencana computational thinking, mereka sedang melakukan sesuatu yang melampaui pelatihan teknis biasa. Mereka sedang menegaskan bahwa siswa-siswa di Timika berhak atas pendidikan berkualitas yang sama dengan siswa mana pun di Indonesia dan bahwa guru-guru mereka siap untuk menghadirkannya.

Delapan belas guru. Dua hari. Sebuah prototipe yang sudah jadi. Itu bukan akhir dari sesuatu. Itu baru benar-benar dimulai.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.