Menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, SMPN 2 Singosari menggelar pelatihan intensif selama dua hari pada tanggal 5–6 Februari 2026. Acara yang berlangsung dinamis ini dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Pendidikan serta PIC Trakindo Surabaya, Pak Azis, sebagai bentuk sinergi nyata antara lini pendidikan, pemerintah, dan sektor industri. Tidak tanggung-tanggung, pelatihan ini melibatkan seluruh elemen pendidik di SMPN 2 Singosari dengan total 42 guru yang siap meng-upgrade kompetensi demi melahirkan generasi siap kerja dan melek teknologi.

Hari pertama dibuka dengan atmosfer penuh semangat. Guna memberikan dampak yang spesifik dan tepat sasaran, agenda siswa langsung dipecah ke dalam dua ruangan berbeda. Untuk siswa kelas 7 dan 8, fokus diarahkan pada ruang sosialisasi SMK. Di sini, para siswa diajak mengintip peluang masa depan lewat Career Day yang berkolaborasi dengan Program Keahlian Teknik Alat Berat (TAB) SMKN 1 Singosari. Pameran yang disuguhkan pun terbilang luar biasa, sukses memukau para siswa dengan visualisasi nyata dunia kerja industri berat.
Sementara itu, ruang sebelah tidak kalah seru. Siswa kelas 9 mendapatkan porsi khusus untuk menyelami sesi praktik intensif bersama tim Uthink. Di ruang ini, mereka digembleng materi power skill, keterampilan non-teknis seperti komunikasi, kerja tim, dan penyelesaian masalah yang menjadi modal utama di era modern.

Setelah fokus pada siswa selesai di paruh pertama hari, giliran 42 guru SMPN 2 Singosari yang masuk ke “medan tempur” edukasi pada siang harinya. Para pendidik ini disuguhkan menu materi yang padat, futuristik, sekaligus reflektif. Mulai dari evaluasi mendalam lewat materi Refleksi Program Sekolah Ramah Anak (SRA), hingga eksplorasi dunia digital tanpa layar melalui metode Unplugged Coding.
Tidak berhenti di situ, para guru juga ditantang mengasah kemampuan Computational Thinking (berpikir komputasional) serta mengintegrasikan teknologi terkini lewat APM (Aplikasi Penilaian Mandiri) berbasis game pembelajaran. Tujuannya satu: menciptakan ruang kelas yang interaktif, menyenangkan, dan tidak membosankan. Pelatihan ini bukan sekadar wadah setor muka atau mendengar teori. Kerja keras selama dua hari ini langsung membuahkan hasil nyata (output) yang konkret dan berkualitas.

Lewat tangan dingin para guru dan kolaborasi yang apik, pelatihan ini sukses menghasilkan dokumen evaluasi kritis berupa Refleksi Program SRA untuk perbaikan ekosistem sekolah yang lebih aman dan nyaman, riset rancangan Theme Park sebagai basis pembelajaran berbasis proyek yang kreatif, hingga game edukasi berbasis HTML siap pakai yang siap diimplementasikan dalam proses belajar mengajar. Melalui langkah masif ini, SMPN 2 Singosari membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berinovasi, dan dengan dukungan Trakindo serta mitra strategis lainnya, sekolah ini siap melompat lebih jauh menjadi pionir sekolah digital yang ramah anak di Kabupaten Malang.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
