Tidak banyak sekolah yang bisa menjalankan tiga agenda besar dalam waktu yang hampir bersamaan: pelatihan guru, career day untuk kelas 9, dan sesi inspirasi untuk ratusan siswa kelas 7 dan 8. Tapi itulah yang terjadi di SMPN 4 Mimika dan semuanya berjalan dengan baik.
Pelatihan Generasi Trakindo Tahap 2 dibuka dengan kehadiran yang tidak main-main: Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang SMP, Kepala Seksi Kurikulum, PIC PT Trakindo Cabang Freeport, dan Kepala Sekolah hadir bersama di ruang yang sama. Di Papua Tengah, di kota yang tumbuh di tengah kompleksitas industri dan tantangan geografis, komposisi kehadiran seperti ini bukan hal yang bisa dianggap biasa. Ia adalah sinyal bahwa apa yang sedang dibangun di sekolah ini dianggap penting oleh banyak pihak sekaligus.

Dua puluh sembilan guru mitra SMPN 4 Mimika mengikuti dua hari pelatihan dengan antusiasme yang terasa sejak sesi pertama. Mereka datang bukan dari titik nol, tahap pertama program sudah meninggalkan jejak yang nyata: SK Tim SRA sudah ada, pembenahan peraturan dan pembiasaan sekolah sedang berjalan, dan riset siswa sudah dimulai.
Fondasi itu membuat pelatihan tahap kedua terasa berbeda. Refleksi bukan sekadar formalitas, ia adalah percakapan yang bermakna antara guru-guru yang sudah merasakan sendiri apa yang berhasil dan apa yang belum. Dari percakapan itulah materi computational thinking dan pembuatan game edukasi berbasis HTML mengalir dengan lebih natural, karena para guru sudah punya konteks untuk meletakkan hal-hal baru itu. Di akhir dua hari, mereka membawa pulang tiga produk: dokumen refleksi tahap pertama, kerangka pembelajaran computational thinking, dan game edukasi yang siap digunakan di kelas.
Sementara para guru mendalami materi di ruang pelatihan, di tempat lain 72 siswa kelas 9 sedang menjalani Career Day yang dirancang khusus untuk mereka. Fokusnya: penguatan power skill dan persiapan konkret untuk masuk ke jurusan Teknik Alat Berat di SMKN 1 Mimika.
Ini bukan sekadar sesi motivasi. Ini adalah percakapan serius tentang pilihan nyata yang akan segera mereka hadapi tentang keterampilan apa yang dibutuhkan dunia kerja, tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk jalur vokasi, tentang bahwa masa depan bisa dirancang mulai dari sekarang. Di Mimika, di mana industri besar beroperasi di sekitar kehidupan sehari-hari mereka, relevansi percakapan semacam ini terasa lebih dekat dari di tempat mana pun.

Di waktu yang hampir bersamaan, 80 siswa kelas 7 dan 8 berkumpul bersama perwakilan PT Trakindo. Antusiasme mereka, menurut catatan dari lapangan, sangat terasa. Pertemuan antara siswa SMP dengan profesional dari dunia industri adalah momen yang tidak selalu bisa direncanakan dampaknya meninggalkan sesuatu. Sebuah pertanyaan baru. Sebuah gambaran tentang kemungkinan yang belum pernah terpikirkan. Sebuah keyakinan bahwa ada lebih banyak jalan menuju masa depan dari yang terlihat dari bangku kelas.

Yang membuat hari-hari di SMPN 4 Mimika terasa bermakna adalah cara semuanya terhubung. Guru yang lebih kompeten mengajar dengan lebih baik. Siswa yang tahu ke mana mereka ingin pergi belajar dengan lebih sungguh-sungguh. Dan sekolah yang ramah bagi setiap anaknya adalah tempat di mana semua itu bisa terjadi secara bersamaan. Satu sekolah. Dua hari. Dua puluh sembilan guru, tujuh puluh dua siswa kelas 9, delapan puluh siswa kelas 7 dan 8. Semuanya bergerak ke arah yang sama, dan di Mimika, gerakan seperti itu tidak kecil artinya.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
