SDN 1 Tongo melaksanakan kegiatan pelatihan penguatan kapasitas guru pada 21–22 November 2025 sebagai bagian dari upaya mendorong implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di lingkungan satuan pendidikan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah dalam menyusun fondasi program yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh GM PT Trakindo Utama Batu Hijau, Andy Sarson, bersama tim, serta Koordinator Wilayah Pendidikan, Rustam, M.Pd. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan adanya dukungan kolaboratif antara dunia usaha dan pemangku kebijakan pendidikan dalam memperkuat kualitas pembelajaran dan perlindungan anak di sekolah.

Dalam sambutannya, Rustam, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT Trakindo Utama dalam mendukung pengembangan pendidikan. Ia menilai program yang dijalankan selalu selangkah lebih maju, terutama dengan mengangkat isu Sekolah Ramah Anak yang dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini.

Menurutnya, di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, implementasi SRA belum memiliki arahan yang spesifik di tingkat kebijakan. Oleh karena itu, ia berharap program yang dilaksanakan di sekolah mitra PT Trakindo dapat menjadi contoh praktik baik, khususnya dalam penyusunan dan penerapan standar operasional yang jelas dan terukur.

Selama dua hari pelatihan, para guru terlibat aktif dalam berbagai sesi diskusi, refleksi, dan kerja kelompok. Kegiatan ini menghasilkan sejumlah dokumen penting sebagai dasar implementasi program, di antaranya rancangan susunan Tim SRA yang langsung dibentuk oleh kepala sekolah dan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK), draf program sekolah terkait SRA, serta rancangan pembelajaran berbasis Proyek Open Challenge Based Learning (CBL) yang akan diterapkan di setiap jenjang kelas.

Selain itu, peserta juga menyusun perencanaan proyek pembelajaran yang diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif siswa sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif.

Sebagai tindak lanjut, sekolah berkomitmen untuk menyusun program Sekolah Ramah Anak secara lebih terstruktur, melaksanakan deklarasi SRA, serta mengembangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pelaporan dan penanganan kasus di lingkungan sekolah. Upaya ini juga akan diperkuat melalui audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan serta peningkatan komunikasi dengan orang tua sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

Melalui kegiatan ini, SDN 1 Tongo diharapkan mampu menjadi salah satu contoh praktik baik dalam implementasi Sekolah Ramah Anak di wilayahnya. Kolaborasi yang terbangun antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.