SMPN 7 Balikpapan menyelenggarakan kegiatan pelatihan penguatan Sekolah Ramah Anak (SRA) pada 17–18 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 63 guru, menjadikannya sebagai salah satu upaya kolektif sekolah untuk memperkuat budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh perwakilan PT Trakindo Utama Cabang Balikpapan, yang diwakili oleh Krisna bersama tim, serta didampingi oleh Kepala SMPN 7 Balikpapan. Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pendidikan tidak dapat hadir karena pada waktu yang sama sebagian besar pimpinan dinas, termasuk kepala dinas, kepala bidang, dan pengawas sekolah, sedang mengikuti agenda kedinasan di Jakarta.

Selain penguatan materi bagi guru, kegiatan ini juga menghadirkan tim dari Teknik Alat Berat (TAB) SMKN 1 Balikpapan yang memberikan sosialisasi mengenai program keahlian TAB kepada para peserta. Sesi ini memberikan wawasan tambahan mengenai peluang pendidikan lanjutan dan pengembangan kompetensi vokasi bagi peserta didik.

Selama dua hari pelaksanaan, para guru mengikuti berbagai sesi diskusi dan kerja kelompok yang berfokus pada penguatan implementasi Sekolah Ramah Anak serta pengembangan pembelajaran berbasis proyek. Peserta juga diajak merefleksikan kondisi sekolah saat ini dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat program sekolah.

Salah satu temuan menarik dari kegiatan ini adalah bahwa Surat Keputusan (SK) Tim SRA baru disusun dua hari sebelum pelatihan berlangsung sebagai tindak lanjut dari hasil pemetaan awal (baseline) yang menunjukkan pentingnya keberadaan SK sebagai dasar implementasi program. Namun demikian, program SRA di sekolah tersebut sebelumnya belum berjalan secara optimal.

Melalui proses pelatihan, para peserta berhasil menyusun sejumlah dokumen penting sebagai dasar penguatan program sekolah. Di antaranya adalah revisi SK Tim SRA, draf program sekolah yang berkaitan dengan implementasi SRA, pembentukan Tim TKA, serta beberapa rancangan pembelajaran berbasis Proyek Open Challenge Based Learning (CBL).

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, sekolah berkomitmen untuk melakukan revisi dan penguatan SK Tim SRA, menyusun program kerja Sekolah Ramah Anak secara lebih sistematis, serta melaksanakan deklarasi SRA sebagai bentuk komitmen bersama seluruh warga sekolah. Selain itu, sekolah juga merencanakan pemasangan spanduk atau papan nama Sekolah Ramah Anak sebagai bagian dari upaya sosialisasi nilai-nilai perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Melalui pelatihan ini, SMPN 7 Balikpapan diharapkan dapat semakin memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak sekaligus mendorong terciptanya budaya sekolah yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.