SDN 264 Wawondula, Kabupaten Luwu Timur, menggelar kegiatan penguatan kapasitas sekolah pada 30–31 Oktober 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 30 guru ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran berbasis proyek.
Sesi pembukaan dihadiri oleh perwakilan PT Trakindo Cabang Sorowako, yang diwakili oleh PIC Ibu Elfrida. Kegiatan juga didampingi oleh PLH Kepala Sekolah SDN 264 Wawondula, mengingat Kepala Sekolah sedang menjalani cuti tugas. Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung kondusif dengan partisipasi aktif dari seluruh peserta.

Selama dua hari pelaksanaan, para guru mengikuti rangkaian materi dengan semangat dan antusiasme tinggi. Diskusi, refleksi, serta kerja kelompok menjadi bagian penting dalam proses pendalaman materi. Peserta tidak hanya menerima penguatan konsep, tetapi juga diajak untuk menelaah kondisi riil sekolah dan menyusun langkah perbaikan yang terukur.

Salah satu temuan penting dalam kegiatan ini adalah keberadaan SK Tim Sekolah Ramah Anak (SRA) yang telah diterbitkan pada tahun 2024 oleh Kepala Sekolah. Namun, tim tersebut masih sebatas dokumen administratif dan belum ditindaklanjuti dalam bentuk program maupun kegiatan nyata di lingkungan sekolah. Temuan ini menjadi titik awal refleksi bersama untuk mendorong transformasi dari komitmen tertulis menuju implementasi yang konkret.
Dari hasil pelatihan, peserta berhasil menyusun sejumlah dokumen awal yang akan menjadi dasar penguatan SRA di sekolah. Di antaranya adalah rancangan draf Tim SRA yang akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk SK resmi, draf Program Sekolah yang berkaitan dengan implementasi SRA, serta draf perencanaan pembelajaran Proyek Open CBL. Meski demikian, khusus untuk perencanaan Proyek Open CBL, masih diperlukan penyempurnaan agar lebih selaras dengan karakteristik dan model pembelajaran yang diharapkan.

Sebagai tindak lanjut, sekolah berkomitmen untuk segera menerbitkan SK Tim SRA, menyusun program kerja SRA secara sistematis, serta melakukan deklarasi Sekolah Ramah Anak sebagai bentuk penguatan komitmen bersama. Selain itu, sekolah juga merencanakan pembuatan dan pemasangan spanduk atau papan nama SRA sebagai simbol sekaligus pengingat nilai-nilai perlindungan dan penghormatan terhadap hak anak di lingkungan pendidikan.
Melalui langkah-langkah tersebut, SDN 264 Wawondula menunjukkan keseriusan dalam membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik. Pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan kapasitas, tetapi menjadi pijakan awal untuk memastikan bahwa Sekolah Ramah Anak benar-benar hadir dalam praktik sehari-hari.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
