oplus_0

SMPN 5 Balikpapan meminta penyesuaian dari rencana awal, dan panitia mengakomodasi sehingga pelatihan dimulai Kamis 15 Oktober, sementara pembukaan resmi tetap dilangsungkan Jumat 16 Oktober. Dua puluh guru hadir selama dua hari penuh, dan perubahan jadwal itu tidak mengubah satu hal pun dari substansi yang sudah disiapkan. Fleksibilitas semacam ini memberi gambaran program yang menempatkan sekolah sebagai mitra yang sejajar bersama.

Sebelum ada materi baru, guru-guru bersama trainer duduk untuk mengevaluasi program tahun 2025–2026: apa yang berhasil, apa yang belum, apa yang menghambat, dan bagaimana memperbaikinya. Proses ini tidak selalu nyaman, menilai pekerjaan sendiri dengan jujur tidak pernah mudah. Tapi dari sana lahir sesuatu yang konkret: rancangan program sekolah sehat dan ramah lingkungan sebagai tindak lanjut untuk tahun ajaran baru. Sesi sore beralih ke Social Emotional Learning. Bukan SEL sebagai konsep semata, melainkan SEL yang langsung diterjemahkan ke dalam rancangan pembelajaran. Sebuah produk nyata yang bisa dibawa pulang dan dicoba di kelas minggu berikutnya.

oplus_0

Jumat pagi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Ibu Emi Mulyani, hadir membuka kegiatan secara resmi bersama perwakilan manajemen Generasi Trakindo Balikpapan. Dalam sambutannya, Ibu Emi menyampaikan apresiasi kepada PT Trakindo Utama atas kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di Balikpapan dan menitipkan harapan agar kemitraan ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah di kota ini.

Setelah pembukaan, pelatihan bergerak ke wilayah yang lebih teknis namun tetap relevan secara pedagogis. Enhance CBL diperdalam dengan pemanfaatan AIRIS, platform yang membantu guru merancang riset berbasis tantangan, dan yang juga bisa digunakan langsung oleh siswa dalam proses belajar mereka. Sesi berikutnya memperkenalkan pendekatan pembelajaran aktif MiKIR melalui Edukonten, cara mengintegrasikan konten digital ke dalam proses belajar yang mendorong keterlibatan aktif, bukan sekadar konsumsi pasif. Yang konsisten dari semua materi ini adalah pendekatannya: teknologi sebagai alat untuk membuat pembelajaran lebih bermakna, bukan untuk membuat guru terlihat lebih modern.

Career Day untuk siswa kelas IX yang direncanakan menghadirkan narasumber dari SMKN 1 Balikpapan jurusan TAB Co-op Trakindo terpaksa ditunda. Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh yang sedang berlaku di Balikpapan membuat siswa tidak bisa hadir secara fisik. Kegiatan ini akan dijadwalkan ulang setelah kebijakan dicabut. Penundaan ini dicatat, bukan diabaikan. Dan rencana penjadwalan ulangnya sudah ada karena sesi seperti itu, di mana siswa bertemu langsung dengan gambaran masa depan yang konkret, terlalu penting untuk ditinggalkan begitu saja.

Di akhir dua hari, SMPN 5 Balikpapan memiliki lebih dari sekadar catatan pelatihan. Mereka memiliki rancangan pembelajaran SEL yang siap dicoba, kerangka program sekolah sehat yang sudah disepakati, dan pemahaman baru tentang bagaimana teknologi bisa benar-benar membantu. Yang tersisa adalah satu pertanyaan yang selalu lebih sulit dari pelatihan itu sendiri: apakah semua ini akan benar-benar berjalan ketika guru-guru kembali ke rutinitas kelas mereka? Jawabannya ada di bulan-bulan berikutnya.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.