DUMAI, 19 November 2025 – SMP Negeri 2 Dumai menyelenggarakan Pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) pada Jumat–Sabtu, 18–19 November 2025, bertempat di Aula SMPN 2 Dumai. Kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta yang terdiri atas guru dan staf tata usaha, sebagai bagian dari upaya penguatan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berpihak pada anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program GENERASI (Gerakan Transformasi Edukasi) Trakindo.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Faisal Lubis, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Dumai. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada PT Trakindo Utama atas kontribusi berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Dumai. Ia menilai program pelatihan yang diselenggarakan Trakindo sangat bermanfaat bagi penguatan kapasitas sekolah, serta berharap ke depan jumlah SMP mitra dapat diperluas agar dampaknya semakin luas.

oplus_0

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sesi Career Day bagi siswa kelas IX yang menghadirkan narasumber dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sesi ini bertujuan membantu siswa memahami pilihan pendidikan lanjutan dan perencanaan karier. Setelah itu, pelatihan dilanjutkan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan.

Materi pelatihan berfokus pada penguatan pemahaman Sekolah Ramah Anak (SRA) melalui pendekatan Challenge-Based Learning (CBL) dengan model Open Inquiry, pembelajaran mendalam (deep learning), serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses riset dan pembelajaran siswa. Peserta tidak hanya menerima materi konseptual, tetapi juga terlibat aktif dalam analisis studi kasus penerapan SRA, penyusunan struktur organisasi sekolah ramah anak, serta perancangan skenario pembelajaran berbasis tantangan yang kontekstual dan aplikatif.

oplus_0

Sebagai hasil akhir, peserta menghasilkan sejumlah produk pelatihan, antara lain mind map konsep Sekolah Ramah Anak, laporan hasil analisis studi kasus SRA, Surat Keputusan struktur organisasi SRA SMPN 2 Dumai yang telah ditandatangani Kepala Sekolah, serta draft rancangan pembelajaran CBL bertema Sekolah Ramah Anak. Seluruh output ini menjadi fondasi awal untuk memperkuat implementasi budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.

Temuan menarik dari kegiatan ini menunjukkan bahwa SMPN 2 Dumai telah berstatus Sekolah Ramah Anak sejak tahun 2021. Program-program SRA telah berjalan secara internal, namun belum sepenuhnya diimbaskan kepada sekolah lain. Melalui pelatihan ini, SMPN 2 Dumai diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai praktik baik (good practice) dan menjadi rujukan bagi pengembangan Sekolah Ramah Anak di Kota Dumai.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.