Upaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan berpihak pada peserta didik kembali diperkuat melalui kegiatan pelatihan penguatan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang melibatkan guru dan pimpinan sekolah. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menyusun langkah strategis dalam membangun budaya sekolah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan kehadiran PIC PT Trakindo Utama, para guru, serta kepala sekolah. Pada siang hari, Kepala Dinas Pendidikan, Agus, S.Pd., M.M., hadir untuk membuka kegiatan secara resmi. Kehadiran Kepala Dinas menjadi bentuk dukungan langsung terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan dunia usaha.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Trakindo yang dinilai konsisten dalam mendukung pengembangan kapasitas guru. Ia menegaskan bahwa saat ini Dinas Pendidikan tengah berfokus pada pengembangan dan pemerataan sumber daya manusia, termasuk melalui peningkatan anggaran untuk kegiatan workshop dan seminar bagi guru.

Menurutnya, kehadiran program seperti yang dijalankan PT Trakindo menjadi solusi penting dalam menjawab keterbatasan jangkauan program pemerintah. Ia juga berharap implementasi Sekolah Ramah Anak melalui kegiatan ini dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di sekolah lain.

“Keberhasilan belajar tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi dari kemampuan untuk bertahan dan konsisten,” ujar Agus, S.Pd., M.M., memberikan motivasi kepada para guru.

Selama pelatihan berlangsung, peserta secara aktif terlibat dalam berbagai sesi diskusi dan kerja kelompok. Hasil dari kegiatan ini antara lain adalah tersusunnya struktur Tim Sekolah Ramah Anak (SRA) yang langsung dibentuk oleh kepala sekolah dan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK). Selain itu, peserta juga menghasilkan draf program sekolah terkait SRA, rancangan pembelajaran berbasis Proyek Open Challenge Based Learning (CBL), serta perencanaan proyek yang akan diterapkan di setiap jenjang kelas.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Career Day yang diikuti oleh siswa kelas IX. Sesi ini menghadirkan narasumber dari SMK Negeri 2 Sumbawa serta alumni dari SMPN 1 Maluk yang telah berhasil menjadi bagian dari PT Trakindo. Kegiatan ini memberikan wawasan kepada siswa mengenai pilihan pendidikan lanjutan sekaligus motivasi untuk merencanakan masa depan sejak dini.

Sebagai tindak lanjut, sekolah berkomitmen untuk menyusun program Sekolah Ramah Anak secara lebih sistematis, melaksanakan deklarasi SRA, serta menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pelaporan dan penanganan kasus di sekolah. Selain itu, sekolah juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta membangun komunikasi yang lebih intensif dengan orang tua sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif.

Melalui pelatihan ini, diharapkan sekolah mampu memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak secara menyeluruh. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan orang tua menjadi kunci dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan dan perlindungan peserta didik.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.