SMPN 3 Singosari menggelar kegiatan Pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) pada 27–28 November 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas guru sekaligus pengembangan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berpihak pada peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang laboratorium sekolah dan diikuti oleh 27 guru, serta melibatkan seluruh siswa kelas IX dalam rangkaian kegiatan Career Day yang diselenggarakan di masjid sekolah.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan di SMPN 3 Singosari. Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya berhenti di satu sekolah, tetapi juga dapat memberikan pengimbasan atau inspirasi bagi sekolah lain di wilayah Kabupaten Malang.

Selama dua hari pelaksanaan, para guru mendapatkan penguatan materi terkait konsep Sekolah Ramah Anak, pendekatan Challenge Based Learning (CBL) berbasis open inquiry, strategi pembelajaran mendalam (deep learning), serta pemanfaatan teknologi digital termasuk Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Melalui diskusi, kerja kelompok, dan refleksi bersama, para peserta menyusun berbagai perangkat yang mendukung implementasi program di sekolah.

Salah satu kegiatan yang turut menjadi perhatian adalah pelaksanaan Career Day bagi siswa kelas IX. Dalam sesi ini, narasumber dari Jurusan TAB memberikan pemaparan mengenai pentingnya kematangan siswa dalam menentukan pilihan jurusan dan jenjang pendidikan berikutnya. Kegiatan ini diharapkan membantu siswa memahami minat dan potensi diri sebelum menentukan arah pendidikan lanjutan.

Hasil dari pelatihan ini menghasilkan sejumlah produk penting, di antaranya mind map implementasi SRA, laporan studi kasus, struktur organisasi Tim SRA yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK), serta rancangan pembelajaran berbasis Challenge Based Learning (CBL). Dokumen-dokumen tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan program sekolah ke depan.

Salah satu temuan menarik dalam kegiatan ini adalah bahwa SMPN 3 Singosari sebelumnya belum memiliki SK resmi terkait Sekolah Ramah Anak. Melalui proses pelatihan, sekolah berhasil menyusun dan menetapkan SK Struktur Organisasi SRA sebagai langkah awal penguatan implementasi program di tingkat satuan pendidikan.

Selain itu, muncul pula komitmen dari kepala sekolah dan para guru untuk mengaktifkan kembali komunitas riset sekolah sebagai wadah kolaborasi dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dan mendukung keberhasilan berbagai program sekolah, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan penelitian dan pengembangan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, SMPN 3 Singosari berkomitmen untuk mengimplementasikan program Sekolah Ramah Anak secara lebih sistematis serta mengaktifkan komunitas riset sebagai bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang inovatif dan berkelanjutan. Kolaborasi dan semangat bersama ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan belajar yang semakin berkualitas bagi seluruh peserta didik.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.