SORONG, 2025 – SDI 18 Sorong melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas guru terkait implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA), yang dihadiri oleh 20 guru dari sekolah mitra. Kegiatan ini dibuka oleh perwakilan Dinas Pendidikan, dalam hal ini Kepala Pengawas SD, dan turut didampingi oleh Kepala SDI 18 Sorong sebagai tuan rumah.

Pelatihan berlangsung lancar dan seluruh materi disampaikan sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Sesi-sesi yang diberikan dirancang untuk memperkuat pemahaman dasar para guru mengenai SRA, sekaligus memberikan gambaran tentang langkah-langkah implementasi yang diperlukan di tingkat sekolah.

Menariknya, pelatihan ini dilaksanakan hanya satu pekan setelah adanya sosialisasi SRA dari Dinas Pendidikan Kota Sorong. Dalam sosialisasi tersebut, sekolah-sekolah telah dinilai terkait penerapan prinsip ramah anak, namun belum disertai panduan teknis maupun petunjuk operasional mengenai bagaimana sekolah dapat menerapkan SRA secara spesifik. Akibatnya, sejumlah guru, terutama yang tidak hadir dalam sosialisasi, belum memiliki pemahaman yang jelas mengenai konsep dan indikator Sekolah Ramah Anak. Pelatihan ini menjadi kesempatan penting untuk mengisi kesenjangan informasi tersebut.

Sebagai rencana tindak lanjut, peserta telah menyusun draft struktur organisasi SRA yang akan segera difinalkan. Guru juga menyepakati untuk mulai menata dekorasi dan identitas sekolah ramah anak setelah seluruh program disahkan dalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP). Langkah ini menjadi fondasi awal bagi SDI 18 Sorong dan sekolah mitra dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan anak.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
