KOTA SORONG, 29 November 2025 – SMP Negeri 3 Kota Sorong menyelenggarakan Pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) pada Jumat hingga Sabtu, 28–29 November 2025, bertempat di Aula SMPN 3 Kota Sorong sebagai bagian dari Kemitraan Multipihak antara sekolah, dinas pendidikan dan PT Trakindo Utama dalam program GENERASI (Gerakan Transformasi Edukasi) Trakindo. Kegiatan ini diikuti oleh 23 guru sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berpihak pada anak.

Pelatihan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pemahaman yang utuh tentang konsep Sekolah Ramah Anak, termasuk bagaimana nilai sopan santun, budi pekerti, serta nilai-nilai karakter lainnya harus tercermin dalam perilaku dan budaya siswa. Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Kota Sorong belum menetapkan atau menunjuk sekolah secara resmi sebagai Sekolah Ramah Anak, sehingga pelatihan ini menjadi langkah awal yang strategis bagi SMPN 3 Kota Sorong.

Setelah sesi pembukaan, hari pertama pelatihan diawali dengan Career Day bagi siswa kelas IX yang menghadirkan narasumber dari SMKN 3 Kota Sorong. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan bagi guru yang berfokus pada penguatan pemahaman SRA melalui pendekatan Challenge-Based Learning (CBL) dengan model Open Inquiry, pembelajaran mendalam (deep learning), serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses riset dan pembelajaran siswa. Peserta juga diajak menganalisis studi kasus penerapan SRA, menyusun struktur organisasi sekolah ramah anak, serta merancang skenario pembelajaran berbasis tantangan yang kontekstual dan aplikatif.

Sebagai hasil akhir, peserta menghasilkan sejumlah keluaran penting berupa mind map konsep Sekolah Ramah Anak, laporan hasil analisis studi kasus SRA, Surat Keputusan struktur organisasi SRA SMPN 3 Kota Sorong yang telah ditandatangani Kepala Sekolah, serta draft rancangan pembelajaran CBL bertema Sekolah Ramah Anak. Seluruh produk ini menjadi fondasi awal bagi sekolah dalam memperkuat implementasi budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.
Temuan menarik dari pelaksanaan hari pertama menunjukkan adanya sinergi lintas sektor. Bersamaan dengan kegiatan Career Day, SMPN 3 Kota Sorong juga menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak melalui kerja sama antara sekolah, Polres Sorong, dan Fatayat NU Sorong. Kolaborasi ini memperkuat pesan perlindungan anak dan menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas kekerasan.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
