BANJARMASIN, 17 OKTOBER 2025 – Upaya kolektif untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif terus diperkuat di Kalimantan Selatan. Bertempat di SD SN Pelambuan 4 Banjarmasin, sebanyak 20 guru inti baru saja menyelesaikan pelatihan intensif selama dua hari (16–17 Oktober 2025) yang fokus pada revitalisasi implementasi konsep Sekolah Ramah Anak (SRA). Kegiatan strategis ini bertujuan mengubah status SRA di sekolah—yang selama ini baru sebatas dokumen surat keputusan (SK) yang terbit sejak 2023—menjadi program dan kegiatan yang terintegrasi penuh dalam ekosistem sekolah.

Kolaborasi Multi-Pihak: Kunci Penguatan SRA
Pembukaan pelatihan menjadi penanda penting adanya sinergi yang kuat antara sektor pendidikan dan industri. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin (Bidang Bina SD), yang mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari pihak mitra.
Dinas Pendidikan secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Trakindo Cabang Banjarmasin, diwakili oleh PIC Ibu Eta Fitrianti dan Ibu Elisdayanti. Pihak Dinas berharap praktik baik yang didapat dari pelatihan ini dapat segera didesiminasi dan dibagikan ke sekolah-sekolah lain di Banjarmasin, memperluas dampak positifnya.
Kepala Sekolah SD SN Pelambuan 4 Banjarmasin turut mendampingi kegiatan, menunjukkan komitmen penuh dari jajaran pimpinan sekolah. Seluruh 20 peserta guru mengikuti setiap sesi dengan semangat dan antusiasme tinggi.

Mengubah Tantangan Menjadi Rencana Aksi
Salah satu temuan menarik dalam kegiatan ini adalah konfirmasi bahwa SK Sekolah Ramah Anak memang sudah dimiliki sejak tahun 2023, namun tindak lanjut program dan kegiatan di lapangan belum berjalan optimal.
Pelatihan ini, yang menggabungkan prinsip SRA dengan model pembelajaran inovatif Open Challenge-Based Learning (Open-CBL), berhasil mengisi kekosongan tersebut. Hasil konkret yang dicapai para guru meliputi:
- Penyusunan Draf Tim SRA yang siap disahkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) resmi sekolah.
- Pembuatan Draf Program Sekolah yang terperinci dan berkaitan langsung dengan nilai-nilai SRA.
- Perancangan beberapa Draf Perencanaan Pembelajaran Proyek Open-CBL yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif pemecah masalah, meskipun masih memerlukan penyempurnaan agar sesuai sepenuhnya dengan model Open-CBL yang ideal.
Hasil ini adalah langkah maju signifikan, menggerakkan sekolah dari kepatuhan administratif menjadi tindakan implementatif.

Komitmen Selanjutnya: Deklarasi Sekolah Inklusif
Setelah pelatihan, SD SN Pelambuan 4 Banjarmasin telah menyusun rencana tindak lanjut yang terstruktur dan tegas:
- Pengesahan SK Tim SRA: Segera meng-SK-kan tim yang akan menggerakkan program SRA di sekolah.
- Penyusunan Program SRA: Finalisasi dan implementasi program sekolah SRA secara menyeluruh.
- Deklarasi SRA: Melakukan deklarasi resmi Sekolah Ramah Anak sebagai pernyataan komitmen kepada publik.
- Pemasangan Media Informasi: Pemasangan spanduk dan papan nama SRA untuk mengukuhkan identitas sekolah sebagai lingkungan yang aman dan berpihak pada anak.
Melalui kolaborasi dengan mitra industri seperti Trakindo, SD SN Pelambuan 4 kini memiliki peta jalan yang jelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, suportif, dan ramah bagi setiap siswa.
Redaktur Portal Aksiku.id – Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.
