KUPANG, 8 NOVEMBER 2025 – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya aman, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan teknologi, baru saja diperkuat di Nusa Tenggara Timur. PT. Trakindo Utama (Trakindo) kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan Lokakarya Generasi Trakindo 2025-2026 di SDI Nunbaun Delha, Kupang.

Lokakarya yang berlangsung intensif selama dua hari (7-8 November 2025) ini mengangkat tema ambisius: “Menciptakan Lingkungan Belajar Inovatif Untuk Karakter Unggul, Kecakapan Hidup dan Masa Depan Berkelanjutan Melalui Sekolah Ramah Anak (SRA).”

Kegiatan strategis ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Bapak Ambo, didampingi Kepala Cabang Trakindo Kupang, Bapak Sapta, serta Kepala Sekolah SDI Nunbaun Delha, Ibu Anita A Djula. Lokakarya diikuti oleh total 21 peserta, terdiri dari Kepala Sekolah dan 20 guru dari SDI Nunbaun Delha, yang merupakan sekolah mitra Trakindo di kawasan tersebut.

Integrasi Teknologi dan Karakter Unggul

Pelatihan kali ini didesain komprehensif, menggabungkan penguatan karakter melalui SRA dengan integrasi teknologi terkini. Para guru dibekali pemahaman mendalam tentang:

  • Implementasi Konsep SRA: Mulai dari identifikasi kasus hingga penyusunan program dan struktur organisasi SRA yang konkret.
  • Open Challenge Based Learning (Open CBL): Perencanaan pembelajaran proyek dengan tema SRA untuk kegiatan kokurikuler mendalam.
  • Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI): Membekali guru cara menggunakan AI dalam merencanakan dan memfasilitasi penelitian siswa—sebuah langkah maju dalam adaptasi kurikulum berbasis teknologi.

Dalam sambutannya, Bapak Ambo dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dukungan Trakindo dan menekankan pentingnya tindak lanjut. “Harapan dari dinas agar kegiatan lokakarya dapat diimplementasikan di sekolah dan kelas masing-masing guru, sehingga pelatihan bermanfaat dan berdampak nyata,” ujar Bapak Ambo.

Komitmen Jangka Panjang Menjadi Percontohan

Menyambut harapan tersebut, SDI Nunbaun Delha segera menyusun rencana aksi yang tegas. Setelah lokakarya, sekolah akan segera mengesahkan struktur organisasi SRA, menyusun program operasional, serta melakukan deklarasi resmi dan pemasangan papan Sekolah Ramah Anak.

Harapannya, SDI Nunbaun Delha dapat segera menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA) percontohan yang bisa menjadi role model bagi sekolah lain di Kupang dalam mengintegrasikan keamanan, kenyamanan, dan inovasi teknologi.

Komitmen Trakindo untuk membangun SDM unggul pun tidak berhenti pada pelatihan dua hari. Perusahaan menegaskan akan terus memberikan pendampingan berkelanjutan melalui pendekatan daring dan luring dalam dua tahap, guna memastikan program yang telah disusun oleh para guru berjalan dengan baik dan sukses. Dengan dukungan ini, guru diharapkan mampu mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inovatif, siap mencetak siswa untuk masa depan berkelanjutan.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.