Di tengah tantangan pendidikan dasar, SD Negeri 1 Sungai Kapitan menghadapi ancaman yang diam-diam menggerogoti fokus belajar anak: perundungan (bullying). Perlakuan ini menimbulkan tekanan psikologis serius—kecemasan, rasa takut, dan rendah diri—yang secara langsung menghambat konsentrasi belajar siswa dan menghalangi perkembangan sosial-emosional mereka.

Bagi anak usia SD yang sangat sensitif terhadap perlakuan teman sebaya, pikiran yang dipenuhi rasa takut akibat bullying akan membuat fokus akademik mereka terganggu. Jika dibiarkan, motivasi belajar akan menurun, memperburuk kondisi mental mereka.

Menyadari bahwa solusi konvensional tidak memadai, Guru IRNA TUSTIANTI, S.Pd., memelopori pendekatan inovatif: Open Challenge-Based Learning (Open-CBL). Strategi ini bukan hanya tentang pengajaran materi pelajaran, tetapi tentang memberdayakan siswa untuk menjadi pemecah masalah nyata, membangun ketahanan mental, dan menciptakan lingkungan yang suportif.

Menjadikan Empati sebagai Mata Pelajaran Utama

Open-CBL menempatkan siswa sebagai subjek utama yang menganalisis permasalahan, mencari solusi, dan berkolaborasi. Pendekatan ini dipilih karena sangat relevan untuk isu bullying sebab:

  • Meningkatkan Konsentrasi: Tantangan yang kontekstual dan relevan (seperti isu bullying) membuat siswa lebih fokus dan termotivasi karena merasa pembelajaran itu bermakna.
  • Menumbuhkan Empati: Siswa didorong untuk bekerja dalam kelompok dan memahami perspektif orang lain, memperkuat nilai kerja sama dan toleransi—fondasi sekolah sehat mental.
  • Pemulihan Mental: Siswa yang pernah menjadi korban bullying dapat lebih mudah pulih secara psikologis ketika terlibat dalam kegiatan yang membangun kepercayaan diri dan memberi mereka peran positif.

Aksi Nyata: Dari Papan Game ke Dartboard Emosi

Proyek ini dipimpin oleh Ibu IRNA sebagai fasilitator utama, dibantu oleh para siswa yang bertindak sebagai Tim Peneliti Cilik. Mereka tidak hanya berdiskusi, tetapi menciptakan alat bantu nyata yang mengubah topik sensitif menjadi permainan yang menyenangkan.

Produk-produk kreatif yang dihasilkan antara lain:

  1. HeroPoly (Permainan Papan): Permainan seru untuk mengenali “Pahlawan Anti-Bullying”.
  2. Flashcard Anti-Bullying: Media visual yang membantu siswa mengenali berbagai bentuk bullying dan cara menghadapinya.
  3. Dartboard Emosi: Alat yang mendorong siswa untuk mengenali dan mengelola beragam emosi mereka dengan cara yang interaktif.

Selain inovasi di kelas, proyek ini menjangkau lingkungan luar. Guru memimpin kolaborasi penting dengan Puskesmas atau Tenaga Kesehatan Masyarakat, yang memberikan edukasi langsung tentang kesehatan mental dan mendukung sosialisasi anti-bullying. Sementara itu, Kepala Sekolah memberikan dukungan kebijakan, dan Orang Tua dilibatkan untuk menjamin proses dukungan berlanjut di rumah.

Dampak Nyata: Kelas yang Lebih Ceria dan Inklusif

Setelah implementasi Open-CBL ini, hasilnya terbukti signifikan. Papan permainan dan kartu-kartu kreatif mengubah suasana kelas:

  • Konsentrasi Meningkat: Siswa menunjukkan peningkatan fokus karena tantangan yang kontekstual membuat mereka lebih terlibat aktif dan tidak cepat bosan15.
  • Empati Menguat: Terjadi perubahan sikap sosial, di mana siswa menjadi lebih empatik dan terbuka terhadap perasaan teman-teman mereka16. Permainan membantu mereka mengelola emosi dengan lebih baik17.
  • Budaya Bebas Bullying: Lingkungan belajar menjadi lebih suportif. Guru dan siswa bersama-sama menciptakan budaya bebas bullying dengan komunikasi yang lebih sehat dan penuh toleransi18.

Kesuksesan praktik ini terletak pada keterlibatan aktif siswa sebagai pelaku perubahan, kreativitas guru dalam merancang tantangan yang menyenangkan, dan sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan mitra kesehatan masyarakat19.

Praktik di SD Negeri 1 Sungai Kapitan menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental tidak harus disampaikan melalui ceramah, tetapi dapat diajarkan secara aktif dan menyenangkan, membentuk siswa yang lebih mandiri, empatik, dan berdaya.

By Redaktur Aksiku

Redaktur Portal Aksiku.id - Inspirasi Inovasi Pendidikan, ruang digital yang diciptakan untuk membangkitkan gagasan, membuka kemungkinan, dan memperkuat gerakan edukasi di Indonesia yang relevan dengan masa kini.